Jumat, 19 Agustus 2011

Cinta Yang Terabaikan

Air Mata...
Hai Pecinta Yang Terabaikan...
Satria Sebelum Cahaya
Ku Hadapi Kisahku Dengan Air mata
Kurenungi Kisah Kita Dengan Tangis Sendu

Hati ini terlalu sakit
Karna Cinta mu

Serpihan demi serpihan luka ku rasa
Kepingan demi kepenginan tentang kita Ku ingat
Semakin Ku kenang semakin Hancur hati ini
Tapi Mengapa....
Sampai sekarang Aku masih bisa mencintaimu

Bilur bilur luka meleleh
Harapan Cinta mengental
Mencoba membedaki Tangis
Dan menghapus air mata di pipi

Mengapa...
Luka ini membuat ku makin cinta

Kapankah air mata ini menjadi air mata yg bening dan tak keruh
Kapan kah Damai Tangis ku terhenti
Menjadi Setes dan Terakhir

Seharusnya Tak perlu ku tangisi
Harusnya aku Kuat
Harusnya Tak perlu kepertaruhkan air mata ini
Hanya demi satu kenangan dan masa yang tlah pergi

Tapi mengapa...
Mengapa Sampai Sekarang Aku tak bisa melupakannya
Mengapa Terus Jatuh dan Menumpah Air mata
Yang Perihkan Hati ini

Hati ku kini menjadi Perasa
Air mata ini Jatuh

Mata ku yang menjadi saksi
Bagimana air mata ku jatuh untuknya

Air mata ku Terus Jatuh
Terlalu Banyak dan Berderai
Terlalu lama menetes dan terus menumpah

Aku sendiri bersama keluh kesahku
Yang tenggelam oleh suara tangisku
Bersama Serpihan Hati
Yang akan ku bawa
Sampai Aku Mati...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar